top of page
Search

Bersama Salma

  • Jul 30, 2022
  • 4 min read

Diluar kosan hujan gerimis. Alhamdulilah di dalam tidak ikut hujan, karena kosannya pake atap. Entah lah kalau dikosan tidak ada atap, mungkin tidak bisa dipakai tempat berteduh. Aku didalam kosan yang teduh dari hujan sedang berbaring. Melihat adam yang sedang membuat power point untuk sidang proposal penelitian dan Nazmi yang sedang menonton film jepang. Kenapa aku berbaring sambil melihat mereka? Karena badan mereka pada besar, jadi mau tidak mau akan terlihat. Coba kalau mereka sebesar kuman, mungkin saat berbaring aku tidak akan melihat keberadaan mereka.


Hujan masih terus turun, itu sudah terjadi sangat lama. Iya, dari Sejak zaman dahulu kala hujan masih turun sampai sekang, tidak pernah naik, pasti selalu turun. Bersama hujan yang turun ini, aku jadi teringat kejadian siang bersama Salma. Dia adalah wanita, meskipun sbnrnya aku belum membuktikan secara detil bahwa dia seorang wanita. Tapi karena dia memakai kerudung dan rok, bagiku sudah yakin dia seorang wanita. Kumis dan janggutnya pun tidak ada. Maka Aku yakin dia seorang wanita.


Salma itu kata orang keren. Karena dia wanita yang jago bermain gitar. Sangat jarang wanita berkrudung bisa memainkan gitar. Nah dia mah bisa. Entah kenapa? Mungkin dia senang dengan gitar. Sampai-sampai dia menganggap gitar itu sebagai pacarnya, sering diajak tidur bareng, dan sering dibawa kemana-mana. Maka jangan aneh kalau orang lain kuliah bawa buku, dia malah bawa gitar. Meskipun bukan di jurusan musik. Mulai saat itu, entah kenapa aku ingin menyamar jadi gitarnya, jadi bisa dibawa kemana-mana, diajak tidur bareng, dan dijadikan pacarnya. Nanti gitanya biar menyamar jadi aku saja. Bertukar posisi dulu.


Salma ini punya grup musik yang isinya perempuan semua. Ada Uci yang jadi vokalis, Rahma yang memainkan violin, dan Salma sendiri yang bermain guitar. Aku pernah menawarkan diri kepada Salma, jika membutuhkan pemain 'kecrek' aku siap. Tapi katanya tidak butuh. Ya sudah tidak jadi. Mereka perempuan-perempuan keren, daripada memainkan hati pria lebih baik memainkan alat musik. Sayang aku hanya bisa memainkan kecrek. Ya sudah daripada tidak memainkan apapun, memainkan hati wanita pun. Jadi.


Kata orang badan Salma gendut, tapi menurutku tidak. Itu bukan gendut, tapi tulangnya besar, jadi terlihat gemuk. Dari dulu tulang Salma memang sudah besar, itu Bukan karena jasa mak Erot, tapi dari lahir sudah begitu. Dia juga senang memakai pewarna kuku berwarna hitam, katanya biar keliatan gothic. Tapi aneh, ketika aku suruh dia untuk goyang itik malah marah. Masa ghotic ga bisa goyang itik.

Tadi siang aku bersama dia duduk bersama, berbincang tentang hal yang menurut orang lain tidak begitu penting. Tapi menurut kami itu penting. Sambil makan lontong kari dan segelas es kelapa dia tertawa mendengar ceritaku. Sudah aku bilang dia memang keren. Dia multi talenta, bisa melakukan apapun. Bayangkan saja sambil makan dia bisa sambil tertawa. Mengerjakannya dalam satu waktu. Keren kan?


Kami berdua berada di kafetaria kampus. Disana banyak orang. Banyak mahasiswa dan mahasiswi yang sedang jajan juga. Tapi maaf, aku tidak memperhatikan mereka. Karena sibuk memperhatikan cerita masa remaja Salma yang senang manjat pohon. Entah kenapa ketika mendengar cerita itu, aku menjadi yakin bahwa teori evolusi Darwin memang benar, bahwa manusia itu dulunya kera. Tapi tidak lama aku jadi ragu lagi kepada Darwin setelah berpikir tentang aku sendiri. Mungkin teori Darwin itu khusus bagi Salma.


Dia juga bercerita tentang keinginannya membeli gitar baru. Tapi dia tidak punya cukup uang dan sedang mengumpulkannya. Tadinya aku mau kasih dia uang, tapi aku takut dia tersinggung kalau aku kasih uang. Nanti dia merasa seperti pengemis. Jadi aku suruh dia untuk bekerja. Dia ingin pekerjaan yang mudah tapi menghasilkan banyak uang. Ya sudah aku suruh untuk budidaya tuyul. Eh dia malah ketawa. Padahal tuyulnya ini mah organik. Tuyul organik itu tidak harus mencukur halis untuk melihatnya. Jadi tidak harus repot-repot mengorbankan halisnya. Tiba-tiba aku berpikir tentang perempuan zaman sekarang yang suka mencukur alisnya. Mungkin mereka punya tuyul. Nah, agar orang lain tidak curiga, alisnya digambar dengan menggunakan make up. Tapi aku tidak mau menuduh, jadi tidak usah aku katakan kepada mereka.


Tiba-tiba waktu harus cepat berlalu. Aku dan Salma pun harus menyudahi pertemuan kami. Aku menghampiri si bapak tukang es kelapa untuk membayar makanan hasil karyanya. Aku kasih dia uang seratus ribu, dia malah tanya, "ga ada uang kecil A?". Aku tidak bawa uang kecil. Aku pergi ke tukang lontong Kari, untuk membayar, eh si bapak tukang lontong juga malah nanya, "ga ada uang kecil A?". Aneh ah mereka itu, dikasih uang yang gede malah minta yang kecil. Atau jangan-jangan mereka itu baik. Tidak mau merepotkan pembeli. Ah ya sudah, akhirnya Salma yang membayar. Karena dia mempunyai uang yang kecil, padahal badannya besar. Sedangkan aku hanya punya uang yang besar, padahal badanku kecil.


Akhirnya aku mengantarkan Salma ke depan Kampus untuk pulang naik angkot. Aku tidak tega jika harus menyuruhnya berjalan pulang. Rumahnya jauh di Padalarang. biasanya dia suka bawa motor ke kampus, tapi aku larang bawa motor ke kampus. Itu kan berat. Sudah bawa gitar saja cukup, jangan ditambah bawa motor, nanti malah repot.


Aku harus mengakhiri mengingat Salma siang tadi, karena sudah malam. aku harus melihat Adam dan Nazmi yang malah menjadi bermain game PES. Hujan di luar sana pun sudah reda. Aku lihat jalanan diluar masih basah memantulkan cahaya lampu luar kosan yang tampak indah. Aku pun lapar dan harus tidur untuk menahannya. Senangnya mengingat Salma siang tadi. Maaf Kartini aku tidak mengingatmu. Jangan iri sama Salma karena aku lebih ingat dia.


Bandung, 21 April 2014

Kamar Kosan Bukbis

 
 
 

Comments


IMG_0242.JPG

Hi, Terimakasih
sudah mampir

Terimakasih sudah membaca. Mudah-mudahan menyenangkan dan tidak ngantuk :)

Let the posts
come to you.

Thanks for submitting!

  • Facebook
  • Instagram
  • Twitter
  • Pinterest

Let me know what's on your mind

Thanks for submitting!

cumacerita

bottom of page